• Kurs Valuta Asing

    Nilai Tukar Rupiah

Widya Family's Blog

Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga

Wisata Religi Masjid Agung Demak

Author : Ayah

Masjid Demak, sebagai salah satu masjid tua di Indonesia yang memiliki sejarah yang tak terpisahkan dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Masjid Agung Demak, demikian orang biasa menyebutnya, didirikan pada masa kesultanan Demak Bintoro dengan pucuk pimpinan Raden Fatah ( sebagai raja Demak pertama ).

Menurut sejarah, Masjid Agung Demak didirikan secara bersama – sama oleh Wali Songo. Arsitektur Masjid Agung Demak sangat unik dan berbeda dengan arsitek masjid pada umumnya di jazirah Arab yang identik dengan kubah. Masjid Agung Demak material utama bangunan dari kayu jati dan beratapkan sirap yang ditopang dengan empat buah soko guru ( tiang utama ). Uniknya dari Masjid Agung Demak, atapnya bersusun tiga berbentuk segitiga sama kaki mirip dengan pura umat Hindu. Atap susun tiga sebagai wujud akulturasi budaya setempat kala itu, diyakini juga memiliki makna khusus yang melambangkan tingkat orang iman, yaitu Mukmin, Muslim dan Muhsin ( ingat konsep 3I umat Islam : Iman, Islam dan Ihsan ).

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak

Pembangunan Masjid Agung Demak penuh dengan legenda, salah satunya adalah perihal soko guru dan atap sirap masjid. Konon menurut legenda, masing – masing soko guru adalah hasil karya para wali, yaitu Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Salah satu soko guru, hasil karya Sunan Kalijaga tidak terbuat dari kayu utuh sebagaimana layaknya tiang utama, melainkan dari potongan kayu ( oleh masyarakat biasa disebut tatal ) yang disusun dan diikat. Begitu pula dengan atap sirapnya, dalam masyarakat Demak dan sekitarnya terdapat cerita bahwa salah satu atap sirap Masjid Agung Demak terbuat dari intip ( kerak nasi liwet ) hasil karya Sunan Kalijaga.

Sebagaimana konsep tata kota di Jawa pada umumnya ( masih menurut cerita masyarakat, hasil karya para wali ),  Masjid Agung Demak terletak dipusat kota Demak menghadap ke alun – alun yang luas yang digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Terletak pada lingkungan pusat pemerintahan dan sarana – sarana pendukung lainnya. Di sebelah area Masjid Agung Demak terdapat komplek makam para raja – raja Demak Bintoro, diantaranya adalah makam R. Patah, ibunda R. Patah ( putri Campa ), R. Trenggono dan R. Patiunus.

Menara Masjid Agung Demak

Menara Masjid Demak

Menurut pada ahli dan babad Demak, Masjid Agung Demak didirikan pada tahun Saka 1399 ( 1477 ) yang ditandai oleh Candrasengkala ( kata – kata Jawa Kuno yang melambangkan arti angka yang disusun dari belakang ) “Lawang Trus Gunaning Janmi”.

Rasanya tidak lengkap, jika kita sudah melewati atau berkunjung ke Demak tidak mampir atau mengunjungi Masjid Agung Demak yang penuh dengan sejarah dan legenda serta memiliki arsitektur unik. Letaknya sangat strategis, dijamin kita tidak akan pernah kesasar ( namanya juga dipusat kota Demak ), karena semua warga Demak pasti mengenalinya, iya nggak ..?

Categories: Wisata Keluarga