• Kurs Valuta Asing

    Nilai Tukar Rupiah

Widya Family's Blog

Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga

Awas, Hukuman Memiliki Dampak Negatif

Author : Bunda

Banyak orang tua yang terjebak pada tindakan menghukum Si Kecil karena ego dan jengkel serta merasa tak mampu mengatasi perilaku Si Kecil. Kenalkan konsep bahwa Si Kecil tidak pernah salah jika kita mengajarinya dengan benar. Sabar dan sabar, itu mungkin kata yang harus ada dalam benak setiap orang tua.

Bagi yang memiliki usia anak usia batita, pasti akan merasakan bahwa inilah usia dimana Si Kecil suka menjadi pembangkang dan sulit untuk diarahkan. Akibatnya, kita akan berusaha tegas ( menurut kita ), namun terjebak pada tindakan otoriter dan suka memberikan hukuman. Ingat, hukuman yang kita berikan harus merujuk pada tujuannya :

  1. Hukuman harus bertujuan untuk menegakan aturan. Disini kita harus menerapkan aturan – aturan yang harus disosialisasikan kepada seluruh anggota keluarga dan akan menghukum siapa saja yang melanggar.
  2. Hukuman harus memiliki tujuan untuk mendidik. Disini hukuman diberikan tidak boleh memberikan kesan menghakimi yang melanggar tetapi memberikan pendidikan si pelanggar aturan dan mengenalkan mana yang salah dan betul.
  3. Hukuman harus memiliki motivasi atau semangat bahwa tindakah yang salah ( yang dilakukan Si Kecil ) harus diperbaiki dan tidak boleh diulangi kembali di kemudian hari.
Dampak Negatif Hukuman

Dampak Negatif Hukuman

Hati – hati, jika kita menghukum anak tanpa memperhatikan rambu – rambu dan tidak didasarkan atas tujuan menghukum akan memiliki dampak negative. Perhatikan dampak negatif yang mungkin akan terjadi berikut ini :

  1. Hukuman yang salah, dapat berdampak merusak konsep diri anak. Hati – hati jika kita mendapati anak kita minder dan takut melakukan sesuatu, bisa jadi ia menjadi korban dari hukuman yang salah. Ciri yang paling menonjol pada kasus ini, anak bawaannya takut dan tidak berani tampil serta takut salah. Ia tidak menemukan konsep dan nilai positif yang ada pada dirinya.
  2. Ingat, masa batita adalah masa keemasan ( golden years ) dan masa pembentukan ( formative years ) yang tak mungkin terulang kembali. Jika hukuman yang diberikan salah dan penuh dengan larangan, maka Si Kecil akan terhambat dalam proses menjelajah, inisiatif dan mengeksplorasi rasa ingin tahunya. Waspadalah jika batita kita menjadi anak yang tidak mempunyai inisiatif dan tidak punya pendirian.
  3. Hukuman yang salah juga akan berdampak Si Kecil menjadi anak yang konformis dan cenderung untuk selalu seragam dengan pendapat orang lain. Ia akan memiliki ketakutan untuk berbeda dengan orang lain.
  4. Dampak lain pada hukuman yang salah, Si Kecil menjadi tidak kreatif sehingga potensinya tidak terealisir. Si Kecil akan takut untuk mencoba sesuatu karena dalam pikirannya sudah penuh dengan rambu – rambu larangan dan ancaman.

Dengan memahami dan mengetahui dampak negative dari hukuman ( punishment ), kita sebagai orang tua akan lebih berhati – hati dan arif serta bijak ketika akan memberikan hukuman pada anak. Sebenarnya secara  konsep, hukuman / punishment bukan cara atau mekanisme yang paling baik dalam mendidik. Mengajak anak bicara dan membuatnya mengerti adalah mekanisme terbaik dalam mendidik dan menegakkan disiplin pada anak, lihat secara detail bagaimana cara yang bijak dalam menegakkan disiplin pada anak.

Yang perlu kita ingat, jika anak kita sudah terbiasa kita berikan reasoning yang cukup dan sedari awal sering kita ajak bicara, memberikan hukuman tidak akan perlu kita berikan. Jika dasar ini telah kita berikan sedini mungkin, sampai dewasa anak akan mudah menyadari kesalahannya dan mengaku dengan sendirinya tanpa harus diancam dengan hukuman. Pada tahap ini kesadaran telah timbul pada anak.

Selamat mengeksplorasi dan memahami anak kita. Tetap semangat untuk saling berbagi demi meningkatkan kualitas hidup keluarga kita. Please, komentarnya ya sebagai saran dan kritik.

Categories: Pola Asuh Anak