• Kurs Valuta Asing

    Nilai Tukar Rupiah

Widya Family's Blog

Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga

Budidaya dan Nilai Bisnis Temu Hitam yang Berkhasiat

Author : Ayah

Temu Hitam, yang oleh orang Jawa lebih dikenal sebagai temu ireng, merupakan salah satu tanaman obat yang sangat layak untuk dibudidayakan karena khasiat dan nilai bisnisnya. Walaupun menurut sejarahnya Temu Hitam berasal dari Burma, penyebarannya yang sampai ke pelosok negeri ini, telah membuatnya tiada asing ditelinga masyarakat. Oleh karenanya tanaman ini begitu dikenal dimasyarakat kita dengan beragam sebutan, misal di Melayu dikenal dengan nama Temu Erang, Koneng Hideung di Sunda, Temo Ereng di Madura, Tamu Lateng di Makasar, Temu Lotong di Bugis dan masih banyak sebutan lainnya.

Temu Hitam / Temu Ireng termasuk dalam jenis tanaman semak yang memiliki batang semu yang tersusun dari kumpulan pelepah daun yang berwarna hijau. Temu Hitam dapat berumur tahunan dengan ketinggian tanaman dapat mencapai 2 meter. Helaian daunnya tipis dengan urat daun yang kelihatan, berwarna hijau tua sampai dengan coklat keunguan yang gelap. Bagian temu hitam yang paling banyak dimanfaatkan adalah rimpangnya, tergolong dalam umbi batang dengan ukuran yang cukup besar. Jika kita potong, pada rimpang / umbi temu hitam yang tua berwarna biru gelap dengan kulit bagian luar berwarna kuning mengkilap.

Temu hitam sangat mudah untuk diperbanyak, sehingga kita tidak akan menemukan kesulitan yang berarti jika ingin membudayakannya sebagai ladang bisnis. Cara yang paling banyak dilakukan dalam memperbanyak temu hitam adalah memisahkan anakannya dari induknya. Cara lainnya kita juga dapat menggunakan rimpangnya yang sudah tua untuk memperbanyaknya, yang ditanam pada tanah yang sudah digemburkan.

Temu Hitam

Temu Hitam

Temu hitam banyak dipasarkan dalam bentuk umbi utuh yang telah besar dan tua dalam kondisi masih segar. Selain itu, jika kita menggunakan sebagai bisnis dengan skala yang besar, lebih baik memasarkan dalam bentuk simplisia, yang umum digunakan sebagai bahan obat atau industri jamu. Cara membuat simplisia temu hitam, seperti juga jenis tanaman obat tradisional lainnya.  Rimpang temu hitam yang telah dipanen, dibersikan dan dirajang serta dikeringkan atau dijemur secara tidak langsung.  Simplisia temu hitam dilingkungan industri jamu dikenal sebagai Curcumae Aeruginosae Rhizome dengan beragam kandungan didalamnya seperti minyak asiri, zat pati, dammar,lemak, tanin dan zat warna biru.

Jika kita hidup dilingkungan pedesaan, temu hitam banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang cukup familiar ditelinga masyarakat kita. Generasi pendahulu kita, nenek moyang kita, banyak memanfaatkan temu hitam sebagai jamu penambah nafsu makan  untuk anak – anak mereka, ( jadi ingat, sewaktu kecil dulu sering dicekoki / dipaksa minum jamu temu ireng jika susah makan. Mau tahu caranya ..? rimpang temu hitam yang telah dicuci, diparut dan diperas dalam bungkusan kain yang bersih dan steril, sehingga keluar airnya dan  minum secukupnya.

Banyak masyarakat kita yang memanfaatkan temu hitam sebagai obat tradisional, diantaranya sebagai obat kudis, ruam dan borok. Untuk jenis penyakit ini, biasanya digunakan dalam bentuk tapal, caranya : rimpang temu hitam ditumbuk dan dicampur minyak kelapa. Banyak dipraktekan juga, jamu temu hitam digunakan sebagai zat penambah darah bagi ibu – ibu yang baru melahirkan.

Dengan melihat dan menganalisa serta mereview temu hitam, maka kita akan semakin terkagum salah satu warisan nenek moyang akan pengetahuan obat – obatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada disekelilingnya. So, jadi tidak ada alasan untuk tidak melestarikan, apalagi mempunyai nilai bisnis yang tidak dapat dianggap remeh.

Categories: Obat Tradisional
avicenna
Terima kasih. artikel ini membantu saya dan bisa menjadi bahan referensi. Kebetulan tugas akhir saya di kampus menggunakan tanaman ini, hanya saja dibudidayakan secara in vitro. salam.
13 May 10 at 17:35
sangat menarik, terima kasih
17 May 10 at 19:48
 
Alexander at 14:18 on 7 July 2011