• Kurs Valuta Asing

    Nilai Tukar Rupiah

Widya Family's Blog

Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga

Manual Book yang Terlupakan

Author : Ayah

Angga, begitu ia biasa dipanggil, pagi ini merasa kebingungan mengoperasikan handphonenya, hanya sekedar untuk memasang program chat dan e-mail. Beberapa menit yang lalu sang bos telepon dan ingin berkomunikasi serta mengkoordinasikan proposal yang telah dibuatnya kemarin. Uniknya, karena sang bos sedang dinas luar kota dan sedang dalam perjalanan dengan diantar sopir kantor, semua revisi dikirimkan via e-mail. Untuk komunikasi, sang bos hanya bersedia melayani dengan chatting, ehm gimana ini ya .. gumamnya. Notebook kesayangannya lagi bermasalah, so hanya handphone yang dibelinya beberapa minggu yang lalu yang bisa membantunya. Iapun berkutat dengan handphone untuk beberapa saat, mencoba memasang aplikasi untuk memenuhi kebutuhan berkoordinasi dengan sang bos. Tak terasa sudah lebih dari setengah jam yang diharapkan tak kunjung terpasang. Padahal dihandphonenya yang hilang beberapa waktu lalu, ia tidak membutuhkan waktu lebih dari 10 menit. Ehm, apa gerangan ya ..

Matanya mulai perih dan mengeluarkan air mata, tandanya ia harus istirahat, sekedar memejamkan mata. Iapun keluar dari ruang tengah menuju teras dan ahh, sakiiiiiiiit teriaknya. Rupanya kakinya terantuk meja dan bebepa bingkai foto berjatuhan. Diambil dan dikembalikan beberapa bingkai foto yang jatuh dengan raut muka kesakitan. Namun ketika ia mengambil bingkai foto warna biru tua bermotif relief candi, seakan teringat sesuatu. Disitu terpampang dengan jelas, ia bersama temen – temen gank’nya lagi berpose. Yach, Reino pasti bisa menolongku pikirnya, ketika matanya tertuju pada satu foto temennya yang berambut gondrong, dia kan yang paling rajin ngoprek handphone.

Tanpa pikir panjang, iapun menelepon si Reino. Tanpa basa – basi iapun mengutarakan kesulitannya. Namun bukannya jawaban yang memuaskan, malah diledek pikirnya.

“ Hei bos, baca dong readmenya ..!”, begitu pemilik suara diujung telepon berteriak. Iapun berusaha protes, padahal kata itu yang biasanya ia keluarkan saat si Reino bertanya apapun ketika kesulitan ngoprek Linux, untuk pertama kalinya. Kali inipun, ia tidak mendapat jawaban memuaskan, si Reino hanya berteriak: “Bos, semua ada pada manual booknya dan readme installernya. Sungguh dech ..”.

Biar kecewa, iapun merenungi apa yang dikatakan si Reino. Kembali ia bongkar dos handphone, yang sedianya akan ia buang. Kembali ia buka dalam manual book dan beberapa petunjuk installer bawaan dari aplikasi pendukungnya. Wuits ……. Benar si Reino. Semua ada pada manual booknya dan pentunjuk installasi software pendukung juga ada, lengkap. “ Kenapa nggak terpikirkan sebelumnya ya …?” Semua pertanyaan dan permasalahannya pun terjawab sudah.

Ada nilai positif yang dapat diambil, terkadang kita melupakan sesuatu yang seharusnya menjadi perhatian utama kita dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Setiap masalah yang kita hadapi, banyak terjadi, jawabannya telah ada disekeliling kita. Kitalah yang harus mampu mengenali dari setiap apa yang ada disekeliling kita. Ini hanyalah sepenggal kisah, ikuti kisah Angga selanjutnya dalam menjalani hidup.

Categories: Kisah Pembangun Jiwa
 
Online casino at 14:42 on 30 June 2013