• Kurs Valuta Asing

    Nilai Tukar Rupiah

Widya Family's Blog

Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga

Awas Bahaya Perut Buncit

Author : Ayah

Perut buncit, begitu orang mendengar kata ini, akan langsung berasumsi pada orang yang doyan makan, gemuk dan penyakitan .. hiiii. Emang nggak salah ya, karena yang nulis juga begitu. Namun, aku sendiri nggak tahu kenapa, karena aku nggak begitu doyan makan banyak bahkan makan nasi bisa dikatakan sedikit, bukan peminum alcohol dan yang aneh – aneh. Kata si dokter ketika periksa, “ ini pasti pola makan yang nggak bener …, dijaga pola makan dan perbanyak makan buah dan sayur , olaha raga yang rutin ..!!!”

Perut buncit yang juga biasa disebut sebagai obesitas sentral atau obesitas viseral, meski tidak ada keluhan, diyakini telah terjadi gangguan metabolisme yang dikenal dengan sindrom metabolik. Pada taraf ini, meningkatkan resiko diabetes mellitus, penyakit jantung dan pembuluh darah. Nah, jangan lagi punya anggapan bahwa perut buncit lambang kemakmuran. Bagaimana kita tahu, bahwa kita termasuk dalam golongan ini ..? Ada cara yang sederhana untuk mengetahuinya, yaitu dengan mengukur lingkar perut kita. Pengukuran dilakukan pada pinggang, diantara tulang panggul bagian atas dan tulang rusuk bagian bawah. Jika didapati hasil lingkar perut >90 cm untuk pria dan >80 cm untuk wanita, maka kita termasuk dalam golongan ini.

Perut buncit, biasa disebabkan karena adanya timbunan lemak pada perut, yang konon katanya bisa digolongkan dalam 2 macam lemak. Pertama, lemak yang disimpan tubuh dibawah kulit ( subcutaneous fat ) dan yang kedua, lemak yang disimpat didalam rongga perut ( visceral fat ). Dari dua macam lemak ini, tentu yang berbahaya yang jenis kedua, karena berhubungan langsung dengan organ – organ didalam perut dan terkait langsung dengan system metabolisme tubuh. Satu kebiasaan yang nggak bisa hilang, kalau lihat bakso dan mie langsung aja disamperin. Sempet juga diet dari dua jenis makanan ini, cuman nggak tahan lama. Ampuun dech. Sempat juga bingung ngatasinya, ditambah orang tua yang suka kritik tajam dengan penampilan perut ini.

perut_buncit

Ehm …. Sebenarnya didalam hati, pingin juga mengecilin perut yang buncit ini, karena sudah pada taraf yang mengganggu. Jika ada pekerjaan lapangan, napas menjadi terengah – engah, seperti maling dikejar hansip saja, apalagi jika ada pekerjaan yang banyak jongkok, terasa banget susahnya. Belum lagi info, bagaimana resiko perut buncit alias obesitas. Intinya, perut buncit tidak baik bagi kesehatan dan aktifitas kita … :)

Ini beberapa saran yang masuk, bahwa intinya adalah melakukan pembakaran lemak tubuh. Membentuk tubuh six pack saja tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat. Nah, ini rangkumannya :

  1. Menjaga pola makan, tentunya makan dan minum dengan komposisi gizi yang seimbang, cukup serat dan cukup minum air putih.
  2. Rutin melakukan olah raga tiga kali seminggu. Olah raga yang bersifat aerobic lebih besar membakar lemak tubuh sedangkan sit up yang diyakini mempercepat dalam mengurangi perut buncit, hanya bersifat mengencangkan otot perut.
  3. Biasakan bersikap tegak dalam duduk ataupun berdiri dengan benar sehingga mampu menarik otot perut ke belakang.

Smoga bisa istiqomah menjalani dan sukses dalam proses pembakaran lemak tubuh, sehingga lebih sehat dan energik. Akhirnya bisa lebih produktif dalam segala aktifitas dan bekerja. Amiin

Categories: Kesehatan