• Kurs Valuta Asing

    Nilai Tukar Rupiah

Widya Family's Blog

Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga

Lontong Balap Kuliner Khas Surabaya

Author : Bunda

Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta memiliki suhu udara yang cukup panas dengan bumbu lalu lintas yang padat dan hingar bingar ditelinga. Dari gelagat dan tingkah laku mayoritas penduduk pantai yang khas, keras dan cepat serta tangkas. Intonasi pembicaraan yang tinggi, membuat aku dituntut untuk cepat beradaptasi. Itulah kesan pertama yang muncul, ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya 14 tahun yang lalu. Tidak hanya disitu perubahan pola hidup yang aku rasakan, dari segi masakan juga cukup mengagetkan lidahku. Namun ada beberapa kuliner yang cocok dilidahku, hingga kini, ketika aku telah resmi menjadi penduduk kota ini.

Dari teman – teman kost, ketika merasakan liburan untuk pertama kalinya, diperkenalkanlah aku dengan kuliner khas Surabaya yang satu ini, namanya Lontong Balap. Hampir disepanjang jalan Indrapura, mudah sekali dijumpai warung – warung pinggir jalan yang menjajakan jenis kuliner ini. Namun ada satu tempat yang sangat terkenal dengan masakan khas Lontong Balapnya, di jalan Kepanjen, akupun merasakannya untuk pertama kalinya. Saat ini aku telah mengoleksi beberapa tempat penjaja Lontong Balap favorit di Surabaya. Selain di jalan Kepanjen yang menjadi tempat favoritku  kala itu, masih ada lagi di jalan Gubeng, samping gedung BNI atau di depan bioskop Garuda di jalan Kranggan ( daerah dekat pasar Blauran ).

Lontong Balap

Lontong Balap

Kenapa yang dinamai Lontong Balap ..? Diasal punya usul, ceritanya dahulu kala penjual Lontong Balap menjajakan dagangannya dengan cara dipikul, karena beban yang dipikul cukup berat  sehingga ritme jalannya terkesan cepat sebagaimana layaknya orang balapan. Jadilah dinamai Lontong Balap, biar simple manggilnya kali ya …

Nah kini saatnya kita bedah Lontong Balap, biar tambah ehm …ngiler hiiii. Lontong Balap disajikan dari lontong yang potong – potong dan disiram dengan kuah taoge yang berbumbu serta sebelumnya diberikan bumbu si hitam khas Jawa Timur, petis. Kemudian atasnya diberikan lento ( seperti perkedel yang dibuat dari ubi dan kacang “tolo” ) dan irisan tahu. Tiada lengkap, ketika makan Lontong Balap tidak dilengkapi dengan Sate Kerang. Untuk mengobati rasa pedasnya, sangat cocok dipadu dengan minum Es Degan. Ehm, segar dinikmati kala siang dengan udaranya yang panas. Dijamin keringat akan bercucuran dan mantap…

So, jika kita berkunjung ke Surabaya jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas kota pahlawan ini. Bisa jadi kita tidak akan menemukannya ditempat  lain. Selamat bereksplorasi kuliner tradisional Indonesia.

Categories: Info Kuliner