<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Widya Family&#039;s Blog &#187; Serba Serbi</title>
	<atom:link href="http://widyani.org/category/serba_serbi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://widyani.org</link>
	<description>Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Oct 2010 08:57:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pasang Widget Kurs Pajak pada Blog</title>
		<link>http://widyani.org/serba_serbi/pasang-widget-kurs-pajak-pada-blog.html</link>
		<comments>http://widyani.org/serba_serbi/pasang-widget-kurs-pajak-pada-blog.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 02:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>support</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kurs Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Widget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widyani.org/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Jika pada tulisan sebelumnya, kita telah menyampaikan cara memasang widget kurs valuta asing pada blog, sekarang saatnya panduan bagaimana cara memasang kurs pajak pada blog kita. Lho, emang ada kurs pajak segala ..? Apa bedanya dengan kurs valuta asing ya ..? Mungkin itu yang akan timbul dibenak kita jika mendengarnya kali. Kurs pajak digunakan sebagai [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/widget-nilai-tukar-rupiah-kurs-valuta-asing.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Widget Nilai Tukar Rupiah &#8211; Kurs Valuta Asing'>Widget Nilai Tukar Rupiah &#8211; Kurs Valuta Asing</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika pada tulisan sebelumnya, kita telah menyampaikan cara memasang <a href="http://widyani.org/serba_serbi/widget-nilai-tukar-rupiah-kurs-valuta-asing.html" target="_blank">widget kurs valuta asing</a> pada blog, sekarang saatnya panduan bagaimana cara memasang kurs pajak pada blog kita. Lho, emang ada kurs pajak segala ..? Apa bedanya dengan kurs valuta asing ya ..? Mungkin itu yang akan timbul dibenak kita jika mendengarnya kali. Kurs pajak digunakan sebagai acuan kurs jika transaksi yang kita lakukan membutuhkan konversi satuan mata uang untuk penentuan nilai pajak yang dibayarkan dari transaksi yang dilakukan, misal saat jual beli yang melibatkan orang asing dalam mata uang asing dan sebagainya. <span id="more-158"></span>Kurs pajak tidak seperti kurs valuta asing yang berlaku, kurs pajak pada umumnya berlaku 1 minggu dan update setiap hari senin.</p>
<p>Kurs pajak sebenarnya dapat lihat pada situs <a href="http://www.depkeu.go.id" target="_blank">Departemen Keuangan</a>, namun akan lebih cantik jika kita mampu menampilkan pada website kita. Disamping untuk mempercantik website, juga menyediakan informasi bagi pengunjung kita tentang kurs pajak yang berlaku sekarang.</p>
<div id="attachment_159" class="wp-caption alignright" style="width: 149px"><img class="size-medium wp-image-159" src="http://widyani.org/wp-content/uploads/2009/11/tax-rate.php-80x300.jpg" alt="Kurs Pajak" width="139" height="519" /><p class="wp-caption-text">Kurs Pajak</p></div>
<p>Sebagaimana cara memasang widget kurs valuta asing pada blog kita, kali ini kitapun dijamin tidak akan mengalami kesulitan untuk memasangnya. Kita hanya menambahkan beberapa tag link dan image pada tempat yang telah kita tentukan, misalnya pada sidebar blog kita. Berikut panduannya :</p>
<ol>
<li>Tentukan tempatnya      terlebih dahulu, pada umumnya di sidebar.</li>
<li>Ukuran standardnya      adalah dengan lebar : 230px dengan panjang menyesuaikan dengan daftar mata      uang yang ditampilkan.</li>
<li>Ketikan tag link dan      image seperti pada kode dibawah ini.</li>
</ol>
<blockquote><p>&lt;a target=&#8221;_blank&#8221; title=&#8221;Tax Rate IDR by Widya Tehnika&#8221; href=&#8221;http://widyani.com&#8221;&gt;</p>
<p>&lt;img width=&#8221;190&#8243; alt=&#8221;Kurs Pajak&#8221; src=&#8221;http://widyani.com/services/tax-rate.php?width=230&#8243; ismap=&#8221;"/&gt;</p>
<p>&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p>Jika kita telah melakukannya, simpan dan refreshlah, maka kita akan mendapatkan tampilan seperti yang ada pada right-sidebar pada blog ini. Bagaimana cukup mudah bukan ..?</p>
<p>Bagaimana jika kita ingin menampilkan pada blog kita, sementara lebarnya tidak cukup ..? Tidak usah khawatir, kita dapat mengedit tag image dengan lebar yang kita inginkan, misalkan kita akan mengeset lebar dengan 180px, maka kodenya kita ubah seperti ini.</p>
<blockquote><p>&lt;a target=&#8221;_blank&#8221; title=&#8221;Tax Rate IDR by Widya Tehnika&#8221; href=&#8221;http://widyani.com&#8221;&gt;</p>
<p>&lt;img width=&#8221;180&#8243; alt=&#8221;Kurs Pajak&#8221; src=&#8221;http://widyani.com/services/tax-rate.php?width=230&#8243; ismap=&#8221;"/&gt;</p>
<p>&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p>Sebagaimana pada kurs valuta asing, kurs pajak yang disediakan oleh <a href="http://widyani.com" target="_blank">Widya Tehnika</a> ini juga memiliki beberapa parameter atau option yang dapat kita sesuaikan dengan kondisi blog kita, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Parameter width, untuk      membuat lebar dari widget yang kita inginkan, isikan dalam satuan pixel,      misal width=250px.</li>
<li>Parameter yang kedua      adalah ukuran font atau font_size. Parameter ini digunakan untuk      menyesuaikan besarnya font yang akan digunakan pada widget kita dalam      satuan pixel, misal font_size=12, maka font yang berlaku pada widget kita      adalah 12px.</li>
<li>Kita juga dapat melakukan      kombinasi kedua parameter tersebut diatas, misalkan      width=250&amp;font_size=12, maka akan memberikan lebar 250px dengan ukuran      font 12px.</li>
</ol>
<p>Mudah bukan ..? Tidak serumit yang dibayangkan dengan hasil yang cukup memuaskan. Selamat mencoba dan percantik blog kita dengan informasi yang bermanfaat.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/widget-nilai-tukar-rupiah-kurs-valuta-asing.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Widget Nilai Tukar Rupiah &#8211; Kurs Valuta Asing'>Widget Nilai Tukar Rupiah &#8211; Kurs Valuta Asing</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widyani.org/serba_serbi/pasang-widget-kurs-pajak-pada-blog.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Widget Nilai Tukar Rupiah &#8211; Kurs Valuta Asing</title>
		<link>http://widyani.org/serba_serbi/widget-nilai-tukar-rupiah-kurs-valuta-asing.html</link>
		<comments>http://widyani.org/serba_serbi/widget-nilai-tukar-rupiah-kurs-valuta-asing.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 09:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>support</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Kurs Mata Uang]]></category>
		<category><![CDATA[Widget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widyani.org/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[Kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang asing begitu fluktuatif untuk saat ini, sehingga bagi mereka yang bergelut dengan transaksi yang mengacu pada mata uang asing atau dollar khususnya dibutuhkan ekstra tenaga. Nah, dengan alasan tersebut banyak blogger yang berusaha untuk menampilkan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing pada blog mereka. Tapi sayang, tidaklah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/pasang-widget-kurs-pajak-pada-blog.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasang Widget Kurs Pajak pada Blog'>Pasang Widget Kurs Pajak pada Blog</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kurs mata uang Rupiah terhadap mata uang asing begitu fluktuatif untuk saat ini, sehingga bagi mereka yang bergelut dengan transaksi yang mengacu pada mata uang asing atau dollar khususnya dibutuhkan ekstra tenaga. Nah, dengan alasan tersebut banyak blogger yang berusaha untuk menampilkan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing pada blog mereka. Tapi sayang, tidaklah mudah untuk dilakukan.</p>
<p>Jangan berkecil hati, dari sekian tehnik yang sulit yang banyak diberikan para suhu didunia maya, masih ada yang mudah untuk dilakukan. <span id="more-123"></span></p>
<div id="attachment_124" class="wp-caption alignright" style="width: 170px"><img class="size-full wp-image-124" src="http://widyani.org/wp-content/uploads/2009/11/exchange-rate.jpg" alt="Kurs Valuta Asing" width="160" height="515" /><p class="wp-caption-text">Kurs Valuta Asing</p></div>
<p>Tidak dibutuhkan koding yang rumit, hanya beberapa kata yang simple dan tidak perlu keahlian khusus. Jika masih penasaran, bisa dilihat pada sidebar disitus ini.</p>
<p>Kurs nilai tukar Rupiah ( exchange rate ) terhadap mata uang asing ini, bisa didapatkan dari layanan yang diberikan oleh <a title="Widya Tehnika" href="http://widyani.com" target="_blank">Widya Tehnika</a>. Nilai kurs diambil dari kurs valuta asing pada site bank BCA, karena pada situs bank inilah yang paling sering diupdate dan banyak dijadikan acuan oleh beberapa site. Pertimbangan lainnya, site bank BCA relative lebih cepat dan stabil untuk diakses dari bank – bank lain. Dari pertimbangan diataslah, kemungkinan mengapa nilai kurs diambil dari sana.</p>
<p>Berikut adalah langkah demi langkah untuk memasang kurs nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Hal ini berlaku bagi mereka yang menggunakan<a href="http://wordpress.org" target="_blank"> Wordpress</a>, <a href="http://drupal.org" target="_blank">Drupal</a>, <a href="http://blogger.com" target="_blank">Blogger</a> atau yang lainnya.</p>
<ol>
<li>Tentukan tempat akan ditempelkannya, biasannya diletakan pada sidebar ( baik right sidebar atau left sidebar ).</li>
<li>Ukuran standard adalah : 200&#215;515 pixel. Ini bukan harga mati, kita bisa melakukan customize.</li>
<li>Berikan tag image pada tempat yang telah ditentukan, untuk jelasnya bisa dicopy paste dari code berikut ini.</li>
</ol>
<blockquote><p>&lt;a href=&#8221;http://widyani.com&#8221; title=&#8221;Exchange Rate ID by Widya Tehnika&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;&gt;</p>
<p>&lt;img src=&#8221;http://widyani.com/services/exchange-rate.php&#8221; alt=&#8221;Exchange Rate ID by Widya Tehnika&#8221; /&gt;</p>
<p>&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p>Ukuran yang dapat dilakukan perubahan adalah ukuran lebar, untuk ukuran panjang menyesuaikan dengan jumlah nilai mata uang yang ditampilkan. Berikan option / parameter width pada link yang digunakan, jelasnya dapat dilihat pada kode berikut :</p>
<blockquote><p>&lt;a href=&#8221;http://widyani.com&#8221; title=&#8221;Exchange Rate ID by Widya Tehnika&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;&gt;</p>
<p>&lt;img src=&#8221;http://widyani.com/services/exchange-rate.php?width=240&#8243;  alt=&#8221;Exchange Rate ID by Widya Tehnika&#8221; /&gt;</p>
<p>&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p>Dari kode diatas, kita akan mendapatkan lebar sebesar 240 pixel. Ukuran fontnya yang digunakan akan otomatis mengikuti lebarnya jika tidak kita tentukan lain. Lihat contoh kode berikut, jika kita ingin melakukan perubahan font yang digunakan.</p>
<blockquote><p>&lt;a href=&#8221;http://widyani.com&#8221; title=&#8221;Exchange Rate ID by Widya Tehnika&#8221; target=&#8221;_blank&#8221;&gt;</p>
<p>&lt;img src=&#8221;http://widyani.com/services/exchange-rate.php?width=210&amp;font_size=10&#8243; alt=&#8221;Exchange Rate ID by Widya Tehnika&#8221; /&gt;</p>
<p>&lt;/a&gt;</p></blockquote>
<p>Pada contoh diatas, kita akan membuat lebarnya sebesar 210 pixel dengan ukuran font: 10. Cukup mudah bukan..? Selamat mencoba ..</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/pasang-widget-kurs-pajak-pada-blog.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pasang Widget Kurs Pajak pada Blog'>Pasang Widget Kurs Pajak pada Blog</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widyani.org/serba_serbi/widget-nilai-tukar-rupiah-kurs-valuta-asing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menghitung Kebutuhan AC di Rumah</title>
		<link>http://widyani.org/serba_serbi/cara-menghitung-kebutuhan-ac-di-rumah.html</link>
		<comments>http://widyani.org/serba_serbi/cara-menghitung-kebutuhan-ac-di-rumah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[AC]]></category>
		<category><![CDATA[Pendingin Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widyani.org/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita hitung secara teori yang diajarkan di sekolah dulu, bulan ini seharusnya sudah memasuki musim penghujan, tetapi kenapa di Surabaya tak kunjung hujan juga. Udara diluar sangat panas sekali disiang hari, dan efeknya, didalam rumah juga sangat panas. Padahal kami sekeluarga, sudah terbiasa dengan suhu Surabaya yang terkenal panas ini. Namun entah mengapa, suhu [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/menghitung-daya-dan-biaya-listrik-di-rumah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menghitung Daya dan Biaya Listrik di Rumah'>Menghitung Daya dan Biaya Listrik di Rumah</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita hitung secara teori yang diajarkan di sekolah dulu, bulan ini seharusnya sudah memasuki musim penghujan, tetapi kenapa di Surabaya tak kunjung hujan juga. Udara diluar sangat panas sekali disiang hari, dan efeknya, didalam rumah juga sangat panas. Padahal kami sekeluarga, sudah terbiasa dengan suhu Surabaya yang terkenal panas ini. Namun entah mengapa, suhu pada akhir – akhir ini terasa panas sekali ..?</p>
<p>Jika anda semua, mengalami hal sama dengan kami, mungkin yang terpikirkan dibenak kita adalah <strong>AC ( air conditioner )</strong>. Pendingin ruangan pada suhu yang sangat panas ini terasa vital rasanya.<span id="more-115"></span> Jika kondisi seperti ini, bisa jadi kebutuhan air conditioner alias pendingin ruangan seperti akan halnya handphone, bak kacang goreng, yang renyah dan nikmat untuk dinikmati. Ehm, bener nggak ya ..?</p>
<div id="attachment_116" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-thumbnail wp-image-116" src="http://widyani.org/wp-content/uploads/2009/11/ac_ruangan-150x150.jpg" alt="AC Ruangan" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">AC Ruangan</p></div>
<p>Ada satu permasalahan, berapa besar dan jumlah ac yang kita butuhkan di rumah agar orang rumah bisa merasakan kenyamanan di suhu yang panas. Rasanya tak perlu berkonsultasi dengan ahli penata udara atau apalah yang ahli dibidang ini. Kita sebagai orang awam, biarpun tidak 100% valid, namun dapat dijadikan acuan dasar untuk menghitung kebutuhan dasar pendingin udara.  Ingat ini cara yang sederhana, ditujukan untuk orang awam. So jangan merasa akan menjumpai rumus yang rumit dan jlimet. Jangan tertawa jika terlalu sederhana dan kelihatan bodoh ya .. yang penting bisa..!</p>
<p>Dalam dunia penata udara, dikenal istilah <strong>BTU ( British Thermal Unit )</strong>. BTU adalah satuan kebutuhan pendinginan udara dalam suatu ruangan. Ada pula dikenal istilah <strong>PK</strong> ( mungkin yang ini lebih familiar ditelinga kita ), adalah satuan dalam BTU/hr. Beberapa koefisien dan requirement yang dibutuhkan adalah luas ruangan dan koefisien kebutuhan pendingin udara untuk tiap meter persegi ( dalam satuan BTU pada umumnya ).</p>
<ol>
<li>Kita hitung luas      ruangan yang akan dipasang ac, semisal adalah 3&#215;2.5 meter. Maka akan      ditemukan luas ruangan adalah 7.5 meter persegi.</li>
<li>Koefisien / standard      panas dalam ruangan : 500 BTU/hr.</li>
<li>Kalikan hasil      perhitungan pada item no.1 dan no.2, maka akan didapatkan hasil : 3750      BTU/hr.</li>
<li>Konversikan hasilnya      dengan standard bahwa 1 PK setara dengan 9000 BTU/hr. Maka didapatkan      hasil : 0,4167 PK.</li>
<li>Dari hasil konversi      pada perhitungan no.4, kita jadikan dasar untuk pembelian ac yang ada      dipasaran. Ingat, dipasar sekarang ac terkecil adalah 0.5 PK, kemudian ¾ PK,      1 Pk dan seterusnya. Yang perlu diingat juga bahwa ac yang kita beli harus      diatas dari hasil perhitungan diatas, jangan sekali – kali membeli dengan      kapasitas dibawah perhitungan diatas.</li>
<li>Jadi dari hasil      diatas, kita bisa ambil keputusan, bahwa ac yang kita beli adalah ac 0.5      PK.</li>
</ol>
<p>Nah, satu tugas telah selesai kita lakukan dalam usaha memberikan kenyamanan pada anggota keluarga di rumah pada suhu udara yang panas dan tidak nyaman ini. Dipasaran, sekarang terdapat ac dengan kebutuhan daya yang rendah, Low Wattage kali istilahnya ..? Bener nggak sich ..? Usahakan mencari pendingin udara yang menggunakan tehnik inverter dalam usaha mengurangi dan menekan kebutuhan daya listrik. Jangan membeli ac / pendingin udara yang rendah daya listrik yang dibutuhkan, tetapi dengan cara mengurangi kemampuan dan kecepatan dalam mendinginkan udara. Jadi boros dan efisien jadinya .., So selamat bereksperimen …</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/menghitung-daya-dan-biaya-listrik-di-rumah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menghitung Daya dan Biaya Listrik di Rumah'>Menghitung Daya dan Biaya Listrik di Rumah</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widyani.org/serba_serbi/cara-menghitung-kebutuhan-ac-di-rumah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Daya dan Biaya Listrik di Rumah</title>
		<link>http://widyani.org/serba_serbi/menghitung-daya-dan-biaya-listrik-di-rumah.html</link>
		<comments>http://widyani.org/serba_serbi/menghitung-daya-dan-biaya-listrik-di-rumah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba Serbi]]></category>
		<category><![CDATA[Biaya Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Daya Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[Hitung Biaya Listrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widyani.org/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kita terkadang kebingungan dan nggak habis pikir, pada saat awal bulan melakukan pembayaran listrik bak tersengat lebah. Ampuuun dech. Tagihan melonjak dan tahu ya .. budget belanja jadi terpotong.
Sebenarnya jika kita pro-aktif dan sadar sedari awal, bisa lho menghitung dan memanage kebutuhan listrik kita. Sehingga kita dapat mengontrol kebutuhan listrik dengan lebih arif tanpa mengurangi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/cara-menghitung-kebutuhan-ac-di-rumah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Menghitung Kebutuhan AC di Rumah'>Cara Menghitung Kebutuhan AC di Rumah</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita terkadang kebingungan dan nggak habis pikir, pada saat awal bulan melakukan pembayaran listrik bak tersengat lebah. Ampuuun dech. Tagihan melonjak dan tahu ya .. budget belanja jadi terpotong.</p>
<p>Sebenarnya jika kita pro-aktif dan sadar sedari awal, bisa lho menghitung dan memanage kebutuhan listrik kita. Sehingga kita dapat mengontrol kebutuhan listrik dengan lebih arif tanpa mengurangi fungsi dan kebutuhannya. <span id="more-13"></span></p>
<p>Terus bagaimana sich sebenarnya cara menghitung kebutuhan listrik kita ..? OK, tak perlu harus menjadi insinyur listrik dan kuliah bertahun – tahun untuk menghitung secara global kebutuhan listrik kita. Ini ada tips simple ya …, jangan dibandingkan dengan cara tukang insinyur menghitung ya..? Namanya juga ibu – ibu rumahan .. </p>
<p>Sebagai acuan cara menghitung kebutuhan daya listrik, berikut adalah daftar barang – barang yang akan kita hitung.</p>
<ol>
<li>Lampu penerangan teras dan ruang tamu : 2&#215;18 Watt, di rumah 2 lampu ini sering nyala bersamaan tatkala sore hari dan sampai pagi, jadi waktu nyala kurang lebih, 12 jam / hari. Hitungannya : (( 2&#215;18 watt ) x 12 jam ) / 1000 = 0,432 KWh / hari.</li>
<li>Lampu kamar ( 3 kamar ) : 3&#215;5 Watt, lampu pada kamar ini menyala relatif lama, ya ..kondisi kamar jadi sangat gelap kala nggak betul – betul siang bener, hampir 18 jam / hari. Jadi hitungannya : (( 3&#215;5 watt ) x 18 jam ) / 1000 = 0,180 KWh / hari.</li>
<li>Lampu R. Keluarga : 18 Watt. Lampu pada R. Keluarga ini bisa dikatakan nggak pernah mati, karena semua aktifitas keluarga mayoritas disini, nyala 24 jam / hari. Hitungannya : ( 18 watt x 24 jam ) / 1000 = 0,432 KWh / hari.</li>
<li> Lampu R. Dapur : 18 Watt. Lampu pada R. Dapur ini digunakan saat masak saja, asumsi 5 jam / hari maka hitungannya : ( 18 watt x 5 jam ) / 1000 = 0.90 KWh / hari.</li>
<li>Lampu Kamar mandi : 5 Watt. Lampu pada kamar mandi nyala 24 jam, hampir nggak pernah dimatikan. Hitungannya : ( 5 watt x 24 Jam ) / 1000 = 0,120 KWh / hari.</li>
<li>Magic Jar : 60 Watt. Mayoritas pada magic jar saat menghangatkan dibutuhkan daya antara 50 – 65 watt, tergantung dari spesifikasi Magic Jar yang digunakan. Magic Jar menggunakan saklar dengan sensor panas untuk mengatur suhunya. Kita asumsikan waktu memanaskan ( heaternya bekerja ) : 12 jam / hari. Lihat pada spesifikasi dibaliknya. Hitungannya : ( 60 watt x 12 jam ) / 1000 = 0,720 KWh / hari.</li>
<li> Kulkas memiliki daya kisaran 60 watt tergantung dari kapasitasnya saat compressor menyala dan daya standby yang dibutuhkan ( saat compressor tidak menyala karena suhu dalam kulkas terpenuhi ) kisaran 10 watt. Maka kita dapat menghitung dengan asumsi 12 jam compressor menyala : ((  60 watt x 12 jam ) / 1000 = 0,720 KWh dan ( 10 watt x 12 jam ) / 1000 = 0,120 KWh ), total : 0,840 KWh / hari.</li>
<li>Setrika dengan mayoritas komsumsi daya : 350 Watt jika pemakaiannya 1 jam / hari maka kita dapat menghitung : ( 350 watt x 1 jam ) / 1000 = 0,350 KWh.</li>
<li>Dari total kebutuhan diatas didapat angka : 3,974 KWh / hari. Jika dengan asumsi 1 bulan adalah 30 hari maka total pemakaian listrik per bulan adalah : 118,2 KWh.</li>
</ol>
<p>Nah, dari hitungan diatas ( semoga tidak pusing ya, .. biar mudah dapat dihitung dengan table pakai spreadsheet ( bisa Ms Excel atau OpenOffice Calc ), jika kita menggunakan system pelanggan Menyala 900 Watt yang menggunakan hirungan tarif listrik Rp. 720 / KWh sudah termasuk biaya beban berdasarkan TDL 2004. Hitungannya akan menjadi : 118,2 KWh x Rp. 720 = Rp. 85.104 ( Delapan puluh lima ribu seratus empat rupiah ). Perhitungan ini akan berbeda – beda tergantung dari paket langgan yang ada pada kita. Untuk jelasnya dapat dilihat pada rekening listrik yang kita bayarkan.</p>
<p>Untuk wilayah Jawa Timur, kita dapat melakukan check tagihan yang dibebankan pada kita dengan melihat pada website <a title="PLN Jawa Timur" href="http://www.pln-jatim.co.id" target="_blank">PLN Jatim</a>, yang kita butuhkan adalah nomor pelanggan kita. Kabar gembiranya lagi, sekarang outlet untuk pembayaran listrik sudah semakin banyak dan mayoritas bank nasional yanb besar sudah support. Jika kita juga mau bisnis, bisa menjadi menjadi partner outlet pembayaran listrik.  …wow bisnis lagi.</p>
<p>Seperti biasa , saran dan kritik bisa disampaikan pada komentar yang ada pada situs ini.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/serba_serbi/cara-menghitung-kebutuhan-ac-di-rumah.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cara Menghitung Kebutuhan AC di Rumah'>Cara Menghitung Kebutuhan AC di Rumah</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widyani.org/serba_serbi/menghitung-daya-dan-biaya-listrik-di-rumah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

