<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Widya Family&#039;s Blog &#187; Info Kuliner</title>
	<atom:link href="http://widyani.org/category/info-kuliner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://widyani.org</link>
	<description>Catatan dan Informasi Seputar Manajemen Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Oct 2010 08:57:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rujak Cingur Surabaya</title>
		<link>http://widyani.org/info-kuliner/rujak-cingur-surabaya.html</link>
		<comments>http://widyani.org/info-kuliner/rujak-cingur-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widyani.org/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita berjalan – jalan ke Surabaya, tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner yang satu ini, namanya Rujak Cingur. Tidak seperti rujak pada umumnya, yang terdiri dari buah – buahan segar dengan bumbu sambal kacang dan temen –temennya. Pertama kali tinggal di Surabaya, dibuatnya aku bingung dengan hal ini. Hal yang perlu diketahui di Surabaya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/info-kuliner/lontong-balap-kuliner-khas-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lontong Balap Kuliner Khas Surabaya'>Lontong Balap Kuliner Khas Surabaya</a></li><li><a href='http://widyani.org/koleksi_masakan/resep-lontong-balap-khas-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Resep Lontong Balap Khas Surabaya'>Resep Lontong Balap Khas Surabaya</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kita berjalan – jalan ke Surabaya, tidak lengkap jika belum mencicipi kuliner yang satu ini, namanya Rujak Cingur. Tidak seperti rujak pada umumnya, yang terdiri dari buah – buahan segar dengan bumbu sambal kacang dan temen –temennya. Pertama kali tinggal di Surabaya, dibuatnya aku bingung dengan hal ini. Hal yang perlu diketahui di Surabaya dikenal 2 macam rujak, yaitu Rujak Manis ( seperti layaknya rujak ditempat lain ) dan Rujak Cingur ( yang akan kita bedah selanjutnya ).</p>
<p>Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Rujak Cingur adalah master piece kuliner khas yang nomor wahid di Surabaya. Hal ini dapat dilihat dari beragamnya bahan dan aneka bumbu untuk membuatnya serta cara penyajiannya yang khas.<span id="more-101"></span></p>
<p>Mari kita bedah apa dibalik rahasia Rujak Cingur. Rujak Cingur dibuat dari sayur – sayuran yang direbus dan buah – buahan serta menggunakan bumbu petis khas Surabaya. Sayuran yang telah direbus, dicampur dengan buah – buahan seperti nanas, kedondong, mangga dan lain – lain ditambah dengan tahu dan tempe goreng. Bahan – bahan tadi kemudian disiram dengan bumbu yang telah dihaluskan. Bumbu tersebut terdiri dari petis ( yang satu ini tidak boleh ketinggalan ), pisang batu / klutuk, kacang dan terasi serta cabai sesuai dengan pesanan atau selera. Ada beberapa orang yang suka ditambah dengan lontong, namun juga ada beberapa orang yang tidak menyukainya. Ada satu hal lagi yang tidak boleh ketinggalan, adalah cingur.</p>
<div id="attachment_102" class="wp-caption alignright" style="width: 283px"><img class="size-full wp-image-102" src="http://widyani.org/wp-content/uploads/2009/11/rujak_cingur.jpg" alt="Rujak Cingur" width="273" height="216" /><p class="wp-caption-text">Rujak Cingur</p></div>
<p>Ada beberapa karakteristik dari Rujak Cingur yang menjadi tantangan bagi penikmatnya. Pertama yang menjadi khas pada Rujak Cingur adalah bumbunya. Inti dari bumbu Rujak Cingur adalah petis, ditambah dengan kacang, bawang putih, terasi dan cabai. Khusus untuk petis, beberapa penjaja Rujak Cingur yang terkenal selalu menggunakan petis nomor wahid. Sebagaimana salah satu penjaja Rujak Cingur di Ahmad Jaiz, menggunakan tehnik khusus khusus untuk campuran petisnya. Petis yang digunakan adalah petis nomor 1 yang dicampur dengan petis kualitas nomor 2, kenapa mesti begitu ..? Masih menurut penjaja tersebut, jika menggunakan petis  nomor 1, maka akan terasa sekali amisnya sedangkan jika menggunakan petis nomor 2, rasa udangnya kurang keluar. Jadi jangan memiliki persepsi negative atau apriori dulu dengan warna hitam bak Lumpur dulu sebelum mencicipinya.</p>
<p>Khas yang kedua dari Rujak Cingur adalah rasanya yang campur aduk, pedas, asam dan manis pasti akan bikin mata kita melek merem dan  berdesis – desis … ehm. Hal ini bisa dimaklumi dari bahan yang digunakan, kedondong dan mangga muda akan menyumbang rasa asam dan manis.</p>
<p>Khas lainnya yang amat menonjol adalah Cingur. Ini salah satu ciri utama dari Rujak Cingur yagn kenyal dan empuk yang membikin rasa tersendiri. Cingur adalah bibir sapi alias moncong sapi. Awas, hati – hati ..! banyak penjaja Rujak Cingur yang tidak menggunakan cingur asli alias menggunakan kulit sapi. Jangan tergiur harga murah, jika rasa menjadi taruhan.</p>
<p>Kita telah membedah Rujak Cingur dari segi bahan dan rasa, terus dimana kita mesti beli ..? Ada beberapa tempat yang cukup terkenal yang menjajakan Rujak Cingur dengan kualitas mantap, antara lain Rujak Cingur Achmad Jaiz, Rujak Cingur Delta Plasa dan Rujak Cingur Genteng Durasim.</p>
<p>Ayo lestarikan kuliner tradisional Indonesia ..!</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/info-kuliner/lontong-balap-kuliner-khas-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Lontong Balap Kuliner Khas Surabaya'>Lontong Balap Kuliner Khas Surabaya</a></li><li><a href='http://widyani.org/koleksi_masakan/resep-lontong-balap-khas-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Resep Lontong Balap Khas Surabaya'>Resep Lontong Balap Khas Surabaya</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widyani.org/info-kuliner/rujak-cingur-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lontong Balap Kuliner Khas Surabaya</title>
		<link>http://widyani.org/info-kuliner/lontong-balap-kuliner-khas-surabaya.html</link>
		<comments>http://widyani.org/info-kuliner/lontong-balap-kuliner-khas-surabaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Khas Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://widyani.org/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta memiliki suhu udara yang cukup panas dengan bumbu lalu lintas yang padat dan hingar bingar ditelinga. Dari gelagat dan tingkah laku mayoritas penduduk pantai yang khas, keras dan cepat serta tangkas. Intonasi pembicaraan yang tinggi, membuat aku dituntut untuk cepat beradaptasi. Itulah kesan pertama yang muncul, ketika aku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/koleksi_masakan/resep-lontong-balap-khas-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Resep Lontong Balap Khas Surabaya'>Resep Lontong Balap Khas Surabaya</a></li><li><a href='http://widyani.org/info-kuliner/rujak-cingur-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rujak Cingur Surabaya'>Rujak Cingur Surabaya</a></li><li><a href='http://widyani.org/koleksi_masakan/nasi-gandul-khas-pati.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nasi Gandul Khas Pati'>Nasi Gandul Khas Pati</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surabaya, kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta memiliki suhu udara yang cukup panas dengan bumbu lalu lintas yang padat dan hingar bingar ditelinga. Dari gelagat dan tingkah laku mayoritas penduduk pantai yang khas, keras dan cepat serta tangkas. Intonasi pembicaraan yang tinggi, membuat aku dituntut untuk cepat beradaptasi. Itulah kesan pertama yang muncul, ketika aku pertama kali menginjakkan kaki di Surabaya 14 tahun yang lalu. Tidak hanya disitu perubahan pola hidup yang aku rasakan, dari segi masakan juga cukup mengagetkan lidahku. Namun ada beberapa kuliner yang cocok dilidahku, hingga kini, ketika aku telah resmi menjadi penduduk kota ini.</p>
<p>Dari teman &#8211; teman kost, ketika merasakan liburan untuk pertama kalinya, diperkenalkanlah aku dengan kuliner khas Surabaya yang satu ini, namanya Lontong Balap<span id="more-98"></span>. Hampir disepanjang jalan Indrapura, mudah sekali dijumpai warung – warung pinggir jalan yang menjajakan jenis kuliner ini. Namun ada satu tempat yang sangat terkenal dengan masakan khas Lontong Balapnya, di jalan Kepanjen, akupun merasakannya untuk pertama kalinya. Saat ini aku telah mengoleksi beberapa tempat penjaja Lontong Balap favorit di Surabaya. Selain di jalan Kepanjen yang menjadi tempat favoritku  kala itu, masih ada lagi di jalan Gubeng, samping gedung BNI atau di depan bioskop Garuda di jalan Kranggan ( daerah dekat pasar Blauran ).</p>
<div id="attachment_99" class="wp-caption aligncenter" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-99" src="http://widyani.org/wp-content/uploads/2009/11/lontong-balap.jpg" alt="Lontong Balap" width="350" height="261" /><p class="wp-caption-text">Lontong Balap</p></div>
<p>Kenapa yang dinamai Lontong Balap ..? Diasal punya usul, ceritanya dahulu kala penjual Lontong Balap menjajakan dagangannya dengan cara dipikul, karena beban yang dipikul cukup berat  sehingga ritme jalannya terkesan cepat sebagaimana layaknya orang balapan. Jadilah dinamai Lontong Balap, biar simple manggilnya kali ya …</p>
<p>Nah kini saatnya kita bedah Lontong Balap, biar tambah ehm …ngiler hiiii. Lontong Balap disajikan dari lontong yang potong – potong dan disiram dengan kuah taoge yang berbumbu serta sebelumnya diberikan bumbu si hitam khas Jawa Timur, petis. Kemudian atasnya diberikan lento ( seperti perkedel yang dibuat dari ubi dan kacang “tolo” ) dan irisan tahu. Tiada lengkap, ketika makan Lontong Balap tidak dilengkapi dengan Sate Kerang. Untuk mengobati rasa pedasnya, sangat cocok dipadu dengan minum Es Degan. Ehm, segar dinikmati kala siang dengan udaranya yang panas. Dijamin keringat akan bercucuran dan mantap…</p>
<p>So, jika kita berkunjung ke Surabaya jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas kota pahlawan ini. Bisa jadi kita tidak akan menemukannya ditempat  lain. Selamat bereksplorasi kuliner tradisional Indonesia.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://widyani.org/koleksi_masakan/resep-lontong-balap-khas-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Resep Lontong Balap Khas Surabaya'>Resep Lontong Balap Khas Surabaya</a></li><li><a href='http://widyani.org/info-kuliner/rujak-cingur-surabaya.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Rujak Cingur Surabaya'>Rujak Cingur Surabaya</a></li><li><a href='http://widyani.org/koleksi_masakan/nasi-gandul-khas-pati.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nasi Gandul Khas Pati'>Nasi Gandul Khas Pati</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://widyani.org/info-kuliner/lontong-balap-kuliner-khas-surabaya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

